• Jelajahi

    Copyright © Liputan7
    Best Viral Premium Blogger Templates

    termurah

    loading...

    pernahkah mersa sangat amat jauh dari sang maha pencipta ( ALLAH ) ?

    liputan7.my.id
    06 Maret 2020, 06 Maret WIB Last Updated 2020-03-06T16:40:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    sumber gambar :pixels

       

    LIPUTAN7-dalam perjalan  hidup sebagai seorang hamba sering kali lita melupakan sang maha menciptakan (allah swt ) kesibukan dan ambisi yang selalu mengejar hata,membuat kita jauh dari allah swt  dan pada ahirnya kita menyadari klau selama ini sudah sangat merasa jauh dengan sang maha pencipta


    Jika selama ini kita merasa jauh dengan Allah dan mengalami kesukaran dalam mendekat kepada-Nya, bisa jadi karena kita salah memaknai kalimat ‘dekat dengan-Nya’.
    loading...
    “Sujudlah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah,” (QS. Al-Alaq : 19).
    Dalam sebuah riwayat disebutkan, kondisi terdekat antara seorang hamba dengan Allah Ta’ala ialah ketika sang hamba tengah melakukan sujud, terutama dalam shalat. Tidaklah seorang hamba mudah dan rajin serta istiqamah melakukan sujud (shalat), melainkan ia tergolong hamba yang berada di jalan ketaatan.
    Ketaatan inilah makna taat yang sejati. Ia memang berat, tapi ada perasaan damai dan nikmat ketika menjalaninya. Kedekatan dengan taat ini, kadang juga kita lakukan ‘tanpa sadar’, terutama ketika seorang hamba menyandarkan seluruhnya kepada Allah Ta’ala dan menyadari kemustahilan melakukan amalan ketaatan, kecuali karena pertolongan dari-Nya.
    Dalam riwayat lain juga disebutkan, siapa yang mendekatkan diri dengan amalan wajib, kemudian istiqamah dan menambahnya dengan amalan sunnah, maka Allah Ta’ala akan dekat dengannya. Saat Allah Ta’ala dekat, seorang hamba tidaklah berjalan, bertindak, berucap, mendengarkan, dan melakukan semua amal kecuali dalam rangka mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala.
    Yang keluar dari lisannya adalah muraja’ah Al-Qur’an, dzikir dengan kalimat-kalimat yang disunnahkan, menyampaikan berbagai pernyataan dan perkataan yang lembut, santun, menenteramkan, dan bernada dakwah.
    Begitu pula pendengarannya. Ia hanya menggunakannya untuk menyimak kalam-kalam Allah Ta’ala, kalimat-kalimat dzikir, dan perkataan-perkataan yang baik lainnya. Sebaliknya, ia bersungguh-sungguh menghindar ketika ada ujaran kebencian, fitnah, desas-desus, apalagi sekadar gossip tanpa makna.
    Begitu pula dengan tangan yang hanya digunakan dalam kebaikan untuk menolong sesama, membantu orang tua menaikkan beban ke atas kendaraan, ringan tangan membantu pasangan, siap siaga melayani kebutuhan orang tua, umat, dan berbagai proyek kebaikan lainnya.
    Itulah makna kedekatan. Kedekatan yang paripurna dengan ketaatan, bukan hanya ritual, tetapi juga ketaatan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh sesama Muslim dan umat manusia. []


    Sumberkisah hikmah 

    loading...
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    NamaLabel

    +