masukkan script iklan disini
Liputan7 | Tanjungsari - Gunung Kandaga yang terletak di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyimpan sejarah penyebaran Ajaran Islam, yang catatan sejarahnya belum terungkap secara utuh.
Namun, dianggap menarik untuk di ulas kepermukaan kembali dari berbagai versi para budayawan yang diharapkan akan menghasilkan titik terang akan kisah keberadaan petilasan Gunung Kandaga Bogor.
Informasi yang diperoleh secara umum dari tokoh Pamong Budaya Bogor yang tahun ini tengah menggiatkan Program Ngrastiti Parahyangan Sapta Arga Mandala.
Kegiatan pelestarian budaya yang menitik beratkan pada kegiatan merawat, menjaga, dan memelihara tujuh gunung. Disinggung pula mengenai keberadaan Gunung Kandaga yang sarat sejarah masa lampau yang dianggap perlu dilakukan penelusuran lebih mendalam.
kata Kandaga, dalam tatanan budaya Sunda, mengandung arti sebuah tarian indah yang melambangkan kegagahan yang dikaitkan dengan perjalanan para Syiar Islam dari wilayah timur, dalam hal ini berkaitan dengan jejak syiar para Wali Allah dan perjalanan Eyang Sake.
Saat penyebaran ajaran Islam dari satu daerah ke daerah lain menapaki dari gunung ke gunung sebagai petunjuk arah, sekaligus sebagai tempat petilasan yang letaknya disekitar puncak gunung.
Di Gunung Kandaga juga terdapat petilasan yang dikaitkan oleh masyarakat asli di sekitar menyebutnya Petilasan Eyang Langlang Buana.
Informasi ini diperoleh dari personil BPBD Kabupaten Bogor disaat bertugas memadamkan api pada kebakaran lahan hutan Gunung Kandaga pada 7/10/2019 Tahun lalu.
Sejumlah personil tersebut memberikan kesaksian bahwa saat itu melihat hamparan batu – batu besar berbagai bentuk yang diantaranya berbentuk pipih berada dibawah puncak Gunung Kandaga yang kondisinya tidak terurus dan berada diantara semak belukar.
Namun, mereka tidak tahu persis titik kordinat keberadaan batu tersebut lantaran sedang bertugas melakukan penyekatan dan memadamkan api.
Warga Desa Antajaya meyakini gunung adalah “paku bumi.” Apabila gunung dirusak (ditambang) maka hilanglah keseimbangan alam semesta dan jika keseimbangan itu hilang, maka bersiaplah terhadap segala bencana (longsor, banjir, hilangnya sumber kehidupan dan sebagainya).
Saat itu warga Desa Antajaya dirundung rasa kekhawatiran seperti yang dahulu kerap dirasakan saat perusahaan tambang beroperasi di daerahnya sejak tahun 1997 sampai tahun 2017, yakni khawatir kembali merasakan kesulitan air bersih.
Warga sekitar percaya jika ekosistem gunung di rusak.
Khawatir dengan adanya aktivitas perusahaan tambang berpotensi merusak kelestarian lingkungan dan mengakibatkan mata air menjadi kering.
Belum lagi akan timbulnya konflik antar sesama warga serta mengganggu akses sosial ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada pertanian dan perkebunan yang membutuhkan sumber air.
Nah Mari kita sama-sama menjaga kelestarian Gunung Kandaga yang berada di bogor timur tepatnya di ujung Bogor Timur..
Ada yang Pernah explore ke Gunung Kandaga..?
Yuk kirim photo kamu dalam kolom komentar.
📸 @indrasutantoo
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar