masukkan script iklan disini
![]() |
| ilustrasi petani panen padi sumber :FOTO ANTARA/Andika Wahyu/ss/ama/08. |
CARIU – Menjelang bulan Ramadhan, stock beras di Wilayah Timur Kabupaten Bogor bisa terbilang aman.
Itu setelah, petani padi di wilayah kerja UPT Pertanian Wilayah XII Cariu, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor meliputi Kecamatan Cariu dan Tanjungsari, melakukan panen musim tanam Oktober 2019 sampai Maret 2020.
Walau situasi merebaknya wabah Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid 19) dengan himbauan pemerintah Social Distancing, namun petani tetap melakukan aktifitas. Hal itu dikarenakan, selain orangnya sedikit, jarak saat melakukan aktifitas, berjauhan.
Kepala UPT Pertanian Cariu Tatang Mulyadi, S.P, M.Si mengatakan, kegiatan petani di bawah sinar matahari langsung, itu sesuai anjuran medis. Sehingga, petani tidak terlalu dikhawatirkan terpapar Covid 19. Namun dirinya berharap, semua waspada menghadapi wabah mematikan itu.
loading...
“Saya sudah melihat langsung ke lapangan, social distancing sangat aman sehingga lockdown tidak perlu dilakukan buat mereka. Yang terpenting, kita tetap berdoa dan waspada agar terbebas dari wabah tersebut,” kata Tatang Mulyadi melalui telephone cellularnya, Minggu (29/3).
Lanjut dia, musim tanam Oktober 2019 sampai Maret 2020 cukup bagus, seiring ketersediaan air yang memadai. Dua Kecamatan yang berada dalam wilayah kerja UPT Pertanian Cariu, hasilnya cukup memuaskan.
Untuk Wilayah Cariu, lahan seluas 659,5 hektar, menghasilkan gabah 3825,1 ton. Sementara, Wilayah Tanjungsari, lahan seluas 1833 hektar, menghasilkan gabah seberat 11147,70 ton. Sehingga petani sangat semangat mengolah lahan pertanian dilanjut memanen hasilnya.
“Tahun ini cukup bagus, walau ada bangguan dengan tingginya curah hujan pada awal januari. Beberapa lokasi sedikit terganggu, tapi secara keseluruhan, tidak terlalu berpengaruh,” tandas Tatang. (Soeft).
sumber:bogoronline.com
loading...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar