masukkan script iklan disini
![]() |
| sumber gambar : yahooberita |
LIPUTAN7- virus corona penyebarannya makin hari makin meluas,Pria Italia yang tiba di Nigeria tiga hari lalu menjadi kasus pertama virus corona di negara Afrika tersebut, kata menteri kesehatan pada Jumat, ketika virus tersebut semakin merebak di seluruh dunia.
Kementerian Kesehatan mencuit di Twitter bahwa kasus itu terjadi di Negara Bagian Lagos. Lagos adalah kota terbesar di negara terpadat di Afrika dengan populasi sekitar 20 juta orang
"Kasusnya, menjadi kasus pertama yang dilaporkan di Nigeria sejak munculnya wabah tersebut di China pada Januari," kata Kementerian Kesehatan, menambahkan bahwa infeksi tersebut dikonfirmasi pada hari Kamis kemaren,
Menteri Kesehatan Osagie Ehanire melalui pernyataan mengatakan kasus tersebut teridentifikasi sebagai warga negara Italia yang bekerja di Nigeria. Ia baru tiba di Lagos sepulangya dari Milan Italia pada tanggal 25 Februari 2020
Infeksinya dikonfirmasi oleh Laboratorium Virologi Lagos University Teaching Hospital, bagian dari Jaringan Laboratorium Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria.
"Secara klinis kondisi pasien stabil, tanpa gejala serius," kata menteri, seraya menambahkan bahwa dia dirawat di rumah sakit di distrik Yaba, Lagos.
"Kami sudah mulai mengidentifikasi semua kontak pasien, sejak ia tiba di Nigeria," kata Ehanire.
Menteri tersebut mengatakan pihak berwenang telah memperkuat langkah-langkah guna memastikan wabah di Nigeria terkendali dan diatasi dengan cepat.
Tidak ada pengobatan untuk virus corona, yang dapat menyebabkan pneumonia, dan satu vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk dikembangkan.
Ehanire menyebutkan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) telah mengaktifkan Pusat Operasi Darurat nasional dan akan bekerja sama dengan otoritas Kesehatan Negara Bagian Lagos, untuk menanggapi kasus ini dan memberlakukan langkah-langkah pengendalian.
Virus corona sejauh ini telah menginfeksi hampir 80.000 orang dan menelan hampir 2.800 korban jiwa, menurut data resmi China.
COVID-19 telah menyebar ke 46 negara lainnya, di mana sekitar 3.700 kasus dan 57 kematian telah dilaporkan, demikian WHO.
sumber : yahooberita
loading...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar